Pasang iklan
Suap Wali Kota Medan, KPK Geledah 2 Rumah Saksi

Suap Wali Kota Medan, KPK Geledah 2 Rumah Saksi

Gema.id Sumut, Medan – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menetapkan Wali Kota Medan Tengku Eldin Dzulmi dalam kasus penerima suap proyek dan jabatan pada Pemerintah Kota Medan tahun 2019. Penetapan tersangka Dzulmi dilakukan pada 17 Oktober 2019 lalu.

 Selain Dzulmi, Isya Ansyari sebagai Kepala PUPR Kota Medan, serta Syamsul Fitri Siregar  alias SFI menjabat sebagai Kepala Bagian Protokoler Kota Medan juga menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

Wali Kota Medan tersebut diduga meminta pada Syamsul untuk mencari dana dan menutupi ekses nonbudget perjalanan dinas ke Jepang pada Juli 2019 lalu dengan nilai sekitar Rp800 juta dalam rangka kerjasama’ sister city’ antara Kota Medan dengan Kota Ichikawa di Jepang.

Sementara Isya Ansyari meski tidak ikut dalam perjalanan dinas, ia tetap dimintai sebanyak Rp250 juta terkati pengangkatan dirinya sebagai Kadis PU oleh Dzulmi yang menjabat sebagai wali kota.

Atas dugaan ini, Dzulmi dan SFI disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf  b Pasal 11 UU 20/2001 tentang Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Terus mendalami kasus tersebut, saat ini KPK menggeledah 2 tempat di kota Medan untuk menguak lebih dalam.

“Tim kembali menggeledah rumah seorang saksi bernama Farius Fendra alias Mak Tea,” ungkap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah pada keterangan tertulis pada Rabu.

Sebelumnya penggeladahan dilakukan di rumah seorang saksi bernama Yancel, pada Selasa (29/10/2019).

“Saksi-saksi yang diperiksa masih dalam konfirmasi terkait sumber dana yang digunakan Wali Kota Medan beserta jajarannya dalam perjalanan dinas ke Jepang yang tidak bersumber dari APBD,” kata Febri.

Dalam penggeladahan yang dilakukan KPK mengamankan sejumlah dokumen beserta barang bukti elektronik.   

Tinggalkan komentar

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)